Kamis, 20 Juli 2017

POLTEKPAR NEGERI LOMBOK DILIRIK PEMERINTAH JERMAN

Hari ini 15 orang delegasi dari pemerintah Jerman yakni Kementerian Federal  kerjasama ekonomi pembangunan bidang isu isu kerjasama pembangunan di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kunjungan ini  adalah tindak lanjut kunjungan tim advance ke Poltekpar Lombok 3 minggu lalu di Polktekpar Lombok dalam rangka membangun kerjasama sumber daya manusia Pariwisata di Provinsi NTB menuju pariwisata yg berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) sebagai konsep dasar dalam membangun pariwisata yg mempertimbangkan keseimbangan antara dampak ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan hidup sebagai dampak langsung yg dirasakan oleh masyarakat sepanjang masa sampai pada generasi generasi mendatang. Dalam pertemuan ini Wakil Direktur Poltekpar Negeri Lombok Dr. Farid Said mempesentasikan profil Poltekpar Lombok di depan 15 delegasi pemerintah Jernan  bahwa lahirnya Poltekpar Di Lombok berdasarkan komitmen yg kuat oleh PEMDA Prov NTB dengan Menteri Pariwisata melalui penandatanganan berita acara kesepakatan bersama untuk membangun Kepariwisataan NTB. Adapun Kondisi terkini dan rencana pembangunan kampus akan segera dilakukan dan pengembangan sumber daya manusia terus menerus ditingkatkan pengetahuan dan tehnologi serta,  keterampilan terbarukan, lanjutnya antusias masyarakat NTB untuk  mendaftarkan anaknya di Poltekpar cukup peningkatan signifikan, yang ditandai dengan  jumlah mahasiswa baru tahun 2017 naik hampir 250 persen dari tahun lalu 120 orang,  tahun ini meningkat menjadi 400 org.  Sambutan dan pertanyaaan dari Mrs Jutta Krant Head Division Policy  Issues of Development cooperation- dari Kementerian Federal Kerjasama pembangunan Ekonomi sambutan hangat dari pemerintah Jerman bermaksud akan membantu pembangunan pariwisata Melalui rencana prioritas mulai dari Sumber daya manusianya, olehnya itu Poltekpar Lombok sebagai leading sektor harus dibantu dan didukung keberadaannya di Lombok. dari peserta yg hadir juga ikut dalam rombongan yakni Mr. Stefan Erber  Direktur Program  ekonomi pembangunan berkelanjutan melalui pedidikan dan pelatihan Tehnik dan Vokasi (SED-TVET), serta bapak Kurniawan Ariadi Direktur Bilateral investasi Luar neger,  Bapak Leonardo Teguh Sambodo Direktur Industri Pariwisata Ekonomi Kreatif dari BAPPENAS.
 
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat  Dr. Ispan Junaidi juga ikut mempresentasikan sekolah Akademi Komunitas yg diprakarsai PEMDA Lombok Barat sebagai salah satu alternatif untuk bersama sama membangun sumber daya manusia pariwisata di Provinsi NTB. dari peserta yg hadir timbul beberapa pertanyaan tentang sekuat apa hubungan Poltekpar Lombok dengan Industri pariwisata dan apa kendala yang dihadapi dalam pembangunan Pariwisata NTB khususnya pembangunan kampus Poltekpar Lombok, argumen saya bahwa poltekpar sebagai Institusi pendidikan vokasi tak terpisahkan dengan industri pariwisata, karena kedua belah pihak saling membutuhkan, melalui evaluasi kurikulum melibatkan industri pariwisata sebagai narasumber, orientasi dosen dan pengajar di Industri pariwisata, memberikan porsi 15 persen dari jumlah jam pelajaran  dengan mengundang Gendral Manager Hotel dan travel utk ikut mengajar di Depan mahasiswa poltekpar Lombok, keterlibatan dosen sebagai anggota asosiasi industri pariwisata dan dengan pendekatanh kurikulum 65 persen praktik dan 35 persen teori adalah pendekatan rasional sekolah vokasi yang harus diterapkan

Tidak ada komentar: