Kamis, 14 Oktober 2010

peran dan fungsi mahasiswa

Mahasiswa Masadepan.......!
Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik dan ilmiah yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut

Apa sih peran mahasiswa itu? apa demo aja?
bagi hemat kami; pertama Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
Dalam konsep Islam sendiri, peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam Al-Maidah:54, yaitu pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai, lemah lembut kepada sesama manusia. Dalam al hikmah ' Kun hadiisan hasanan liman wa'a =jadilah pioner dan bunga bunga harum untuk generasi berikutnya
Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa. (mari kita buka sejarah; dengan bangak membaca di perpustakaan dan diskusi)
kemudian cara kita untuk menjadi yang tangguh dengan menambah pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya untuk tidak terulang pada generasi yang mendatang
kedua, Mahasiswa sebagai penjaga Nilai (Guardian of Value). Dalam hal ini Sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya. Nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme, nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui.
Selain nilai yang di atas, masih ada satu nilai lagi yang memenuhi kriteria sebagai nilai yang wajib dijaga oleh mahasiswa, nilai tersebut adalah nilai-nilai dari kebenaran ilmiah. Walaupun memang kebenaran ilmiah tersebut merupakan representasi dari kebesaran dan ke-eksisan Tuhan, sebagai dzat yang Maha Mengetahui. Kita sebagai mahasiswa harus mampu mencari berbagai kebenaran berlandaskan watak ilmiah yang bersumber dari ilmu-ilmu yang kita dapatkan dan selanjutnya harus kita terapkan dan jaga di masyarakat.
Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya, atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah.
Ketiga, Mahasiswa sebagai Agent of Change (sebagai agen perubahan) Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini, mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita ‘diam’. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan, namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar.
Perubahan merupakan sebuah perintah yang diberikan oleh Allah swt. Berdasarkan Qur’an surat Ar-Ra’d : 11, dimana dijelaskan bahwa suatu kaum harus mau berubah bila mereka menginginkan sesuatu keadaan yang lebih baik. Lalu berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, sedangkan orang yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin adalah orang yang merugi. Oleh karena itu betapa pentingnya arti sebuah perubahan yang harus kita lakukan.
Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”, hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa, dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini. Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.
Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan.

Selanjutnya fungsi mahasiswa yang tangguh itu; bagaimana sih?
'Mahasiswa bersatu tak bisa dikalahkan, teriakan mahasiswa membelah langit,....’ dan banyak lagi;
jadi fungsi mahasiswa yang ditulis oleh Bung Hatta, Berdasarkan tugas perguruan tinggi yang diungkapkan M. Hatta (Bapak Proklamator) yaitu membentuk manusisa susila dan demokrat yang memilikmi dan cakap; Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, serta Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat.
Berdasarkan pemikiran M.Hatta tersebut, dapat kita sederhanakan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki kepekaan dan kritis terhapa masalah disekitarnya, dan selalu mengembangkan dirinya.
Insan akademis harus memiliki kepekaan dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.Maka, Insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Dalam hal insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, ini juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.
Jadi yang jangan dilupakan adalah kampus kedua mahasiswa adalah Organisasi/kampus otak. jadi bila dosen tidak masuk dari pada bengong, maka buatlah kelompok diskusi untuk memeperkaya ide dan gagasan.

Rabu, 13 Oktober 2010

Wow, nice....
Let's we see his smile 'Mr Maha Guru'

Selasa, 21 September 2010

New Student of FPBS 2010
---------------------------------------------------------------------


kuliah merupakan suatu aktivititangas akademik yang merupakan salah satu tanggung jawab kalau kita mau berubah dari keterpurukan,...kata seorang bijak. di kampus pendidikan terbesar di NTB ini ada sosok mahasiswa yang kesehariannya tekun menuntut ilmu, gadis kelahiran Renteng Praya di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini merupakan salah satu mahasiswi yang kuliah dengan semangat juang yang tinggi,...'pagah praye' yang selama ini dia kenal diaktualisasikan dalam semangat belajar..belajar dan belajar terus!
OSPEK MAHASISSWA (NEW STUDENT ORIENTATION)
FPBS IKIP Mataram

Theme;
Let's do The Best For FPBS Better Future with New Spirit and Generation

Opening Ceremony; Drs. H. Sahuddin, MA
soscialization baout regulation of Faculty of education for language and art (FPBS); it starts from Dean, PD 1, PDII, PDIII, Kajur, Sekjur, KTU, Ka. Lab.Bahasa (English Lab).
How to be a good student in IKIP mataram on Motto 'Manjadda wajada'
Nilai Offering Mahasiswa  Listening I Smester Genap 2010
Mata Kuliah : Listening I


NO NAMA MAHASISWA NIM NILAI TOTAL NILAI
U1 U2 U3
1 ZAINUDDIN   06.411.653 65 66 70 67,8 B
2 MARIANA     06.411.660 65 67 70 68,1 B
3 LIJAWATI     06.411.661 65 70 70 69 B
4 SAHITUN     06.411.649 60 60 60 60 C
5 LASWIN     06.411.636 65 70 70 69 B
6 USMAN WIRAHADI 06.411.651 65 70 70 69 B
7 MOHAMMAD NAZAM 06.411.646 65 60 70 66 B
8 AAN PRIHATIN     06.411.650 65 65 65 65 B

Senin, 06 September 2010

NILAI KSP 2010
KELAS A

NO NAMA MAHASISWA   NILAI TOTAL NILAI
U1 U2 U3
1 SYAFWATURRAHMAN   65 70 70 69 B
2 NI MADE DESI APRIANTI   60 0 0 12 E
3 KADRI       70 70 70 70 B
4 ZULYADAEN   65 66 68 66,8 B
5 MUTMAINAH RAHMANY   70 70 72 71 B
6 MUHAMMAD ISWAN   70 75 75 74 B
7 NAHARUDIN     - - - - -
8 NANANG SUPRIADI   70 76 70 71,8 B
9 SERI RIHANA   70 70 75 72,5 B
10 HIRMAWAN   65 70 70 69 B
11 L. ALBAR UMAR   70 70 70 70 B
12 SELVA ANGGRAINI   65 0 0 13 E
13 SRI ANDIKA   75 70 75 73,5 B
14 BQ. MILA FEBRIANTI   65 70 70 69 B
15 KHAEROZAH IHSANADI   75 75 75 75 B
16 MURHAN       65 65 70 67,5 B
17 RATIH DEWANTI  M   65 70 70 69 B
18 M. MUZAKKIR   65 70 0 34 D


KELAS B

NO NAMA MAHASISWA   NILAI TOTAL NILAI
U1 U2 U3
1 RINA ANGGRAINI   70 70 70 70 B
2 HENDRIAN YUHAFIZUN   70 70 70 70 B
3 YUNITA SUSANTI   70 70 70 70 B
4 AINURRAHMAN   70 75 75 74 B
5 LISKA TRISTIANTI S   75 75 75 75 B
6 MAESARAH (a)   75 75 75 75 B
7 MUAMMAR KADAFI   0 65 67 53 D
8 NI KETUT SUKERTI   75 75 75 75 B
9 NURI NIHAYAH   70 75 74 73,5 B
10 MUKNAM   70 70 75 72,5 B
11 RIADUS SOLIHIN   70 70 75 72,5 B
12 RORIZAN   65 70 70 69 B
13 ZULHAKIM       68 70 73 71,1 B
14 DEDI JAUHARI   65 65 0 32,5 D
15 HERMANSYAH   75 75 75 75 B
16 NIA APRIANTI   70 70 70 70 B
17 NETTY SUCIATI   70 70 70 70 B
18 NI NYOMAN SUTAMI   70 72 70 70,6 B  

Senin, 30 Agustus 2010

Bulan Puasa 1431 H Kali ini, ada hal yang paling menarik kala diskusi dengan saudara/i HMI cabang Mataram dengan tema 'Puasanya Para Nabi'... wah sufi betul waktu acara berbuka puasa di rumah kediaman Bang H. Rosyadi kemarin (28/8/2010).